SUSUNAN REDAKSI
PENANGGUNG JAWAB : H. ALIMUDDIN
PEMIMPIN REDAKSI : ANSAR
EDITOR : 1. RISMA
2. ANDI RESKY
BIRO : 1. SYAMSUL BAHRI
2. MUH. NURUNG
3.
4. AMBO SAU
5. MUH. NAING
6. IDRIS
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB : H. ALIMUDDIN PEMIMPIN REDAKSI : ANSAR EDITOR : 1. RISMA ...
SUSUNAN REDAKSI
PENANGGUNG JAWAB : H. ALIMUDDIN
PEMIMPIN REDAKSI : ANSAR
EDITOR : 1. RISMA
2. ANDI RESKY
BIRO : 1. SYAMSUL BAHRI
2. MUH. NURUNG
3.
4. AMBO SAU
5. MUH. NAING
6. IDRIS
Pemasangan bronjong dilakukan secara swadaya oleh warga dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang tinggi. Warga terlihat bahu-membahu mengangkat batu, menyusun kawat bronjong, serta memperkuat bantaran sungai guna mengantisipasi terjadinya longsor dan kerusakan akibat derasnya arus air, terutama saat musim hujan tiba. Kegiatan seperti ini umum dilakukan sebagai langkah perlindungan lingkungan dan pencegahan erosi sungai.
Kepala Dusun 4, Ambo Sau, mengatakan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam menjaga infrastruktur desa dan keselamatan lingkungan sekitar. Menurutnya, pemasangan kawat bronjong sangat penting untuk memperkuat tebing sungai agar tidak mudah terkikis oleh arus air.
“Melalui gotong royong ini, masyarakat menunjukkan kepedulian dan kekompakan dalam menjaga desa. Kami berharap pemasangan kawat bronjong ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Dusun 4,” ujarnya.
Masyarakat Dusun 4 juga menyambut baik kegiatan tersebut. Selain untuk memperkuat bantaran sungai, kegiatan gotong royong ini dinilai mampu mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan antarwarga.
Pemerintah desa berharap semangat gotong royong seperti ini terus terjaga sehingga pembangunan dan perawatan lingkungan di Desa Koreiha dapat berjalan dengan baik demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. ( AR )
Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kinerja, tata kelola, serta inovasi usaha yang dikembangkan oleh masing-masing BUMDes sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal. Pemeringkatan ini juga menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi bagi pengelola BUMDes untuk terus meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan usaha.
Dalam pelaksanaan kegiatan ada beberapa aspek yang dinilai meliputi:
Kelembagaan dan Tata Kelola
Kinerja Usaha dan Profitabilitas
Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes)
Inovasi dan Pengembangan Usaha
Dampak Sosial bagi Masyarakat
Koordinator Tenaga Pendampingan Profesional Kecamatan Ngapa (Junaidi, SE) dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan pemeringkatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi momentum pembelajaran bersama. Ia menegaskan bahwa BUMDes harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu:
Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes
Mendorong inovasi usaha berbasis potensi lokal
Memperkuat kolaborasi antar desa
Menjadi dasar pembinaan dan pendampingan ke depan
Hasil pemeringkatan akan menjadi acuan bagi pemerintah kecamatan dan kabupaten dalam memberikan pembinaan serta dukungan lanjutan, termasuk akses permodalan, pelatihan manajemen, dan pengembangan jaringan usaha.
Kesimpulan
Pemeringkatan BUMDes Kecamatan Ngapa merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran ekonomi desa secara berkelanjutan. Dengan adanya evaluasi menyeluruh dan kompetisi yang sehat, diharapkan BUMDes di Desa Beringin, Padaelo, Koreiha, dan Tadaumera mampu terus berkembang, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Oleh : Tajuddin
Program ini merupakan bagian dari strategi desa dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Melalui pemanfaatan potensi lokal dan pengelolaan yang terstruktur, budidaya ayam petelur diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi desa.
Kegiatan budidaya ini dimulai dengan pembangunan kandang yang memenuhi standar peternakan modern, dilengkapi dengan sistem kebersihan dan manajemen pakan yang terkontrol. Bibit ayam petelur yang digunakan merupakan jenis unggul dengan produktivitas tinggi, sehingga mampu menghasilkan telur dalam jumlah optimal.
Ketua BUMDes Mandiri Jaya (Ahmad Awal) menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada produksi telur, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat desa. Warga setempat dilibatkan secara langsung dalam proses pemeliharaan, pemberian pakan, hingga pengelolaan hasil produksi. Dengan demikian, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru di bidang peternakan.
Selain itu, hasil produksi telur dari budidaya ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Koreiha terlebih dahulu, sebelum dipasarkan ke wilayah lain di Kecamatan Ngapa dan sekitarnya. Hal ini sejalan dengan tujuan utama program, yaitu memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat desa.
Dari sisi ekonomi, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) melalui pengelolaan usaha yang profesional. Keuntungan yang diperoleh nantinya akan diputar kembali untuk pengembangan usaha dan program-program desa lainnya.
Ke depan, BUMDes Mandiri Jaya berencana untuk memperluas skala usaha dengan menambah jumlah populasi ayam petelur serta mengembangkan produk turunan seperti telur olahan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dengan adanya program budidaya ayam petelur ini, Desa Koreiha menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan desa mandiri dan berdaya saing, khususnya dalam sektor ketahanan pangan. Kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Kesimpulan
Program budidaya ayam petelur oleh BUMDes Mandiri Jaya merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Koreiha. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif warga, program ini berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.